Photobucket

November 03, 2010

Gerakan mahasiswa Gunadarma 1997-1998

Posted by nc blogs 17.56, under | No comments


Ini merupakan kronologis singkat tentang sumbangsih mahasiswa-mahasiswa gunadarma dalam gerakan reformasi,yang didapat dari http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/sugenk/2010/02/12/gerakan-mahasiswa-gunadarma-1997/ semoga sahabat ataupun teman yang mengalami pada era itu, dapat kemabali mengenang dan membandingkan gerakan mahasiswa masa lalu dan sekarang:

29 Apr:
Disaat seluruh kampus di Jakarta mengadakan unjuk rasa menentang 32 tahun kepemimpinan soeharto, saya sebagai salah satu mahasiswa setiap selesai kuliah hanya bisa memantau via TV tentang perkembangan demontrasi di Jakarta, saya masih disibukkan dan menikmati asikinya pelajaran Riset Operasional-Bpk Aris Budi Setyawan. Kampus kami Universitas Gunadarma tidak beraksi. BEM yang di bentuk dari Kampus tidak diperbolehkan turun ke jalan, Isu atau rumor yang berkembang, sebagian saham yang dimiliki yayasan Gunadarma merupakan milik Tutut (Puteri Soeharto), penguasa di Rezim Orde Baru. Karna ada kekecewaan, sebagian mahasiswa bergabung dengan elemen yang ada di luar kampus, Sebut saja: FORKOT, KB UI

02 Mei:
Disaat situasi kian genting, Ada rumor penyerangan massa ke kampus kelapa dua, maka hari itu juga Gunadarma menggelar Mimbar Bebas yang di ikuti ribuan mahasiswanya, di halaman kampus E, kelapa dua, Rektor Universitas Gunadarma ibu Margianti berorasi menyatakan bahwa, Gunadarma tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Cendana.

06 Mei:
BEM Gunadarma mengadakan orasi-orasi di Kampus E kelapa dua, sayangnya BEM tersebut belum berani unjuk gigi dan kekuatan, belum berani ke luar kampus untuk bergabung dengan kawan-kawan yang ada di Jakarta yang lebih dulu menyuarakan aspirasinya di jalan-jalan tidak gentar akan hujaman senjata dan lemparan gas air mata.

12 Mei:
Entah kapan terjadi koordinasi, hari ini, Kamis 12 Mei, sejumlah elemen mahasiswa dari Luar kampus menyusup ke areal kampus Gunadarma, mereka adalah: UI, PANCASILA, ISTN dan JAYABAYA, Saat itu saya sedang kuliah di Kampus E, Gedung 1 Lantai 4, saat melihat dari jendela bentangan pagar betis yang panjang di jalan kelapa dua, saya dan kawan-kawan yang sedang kuliahpun lari keluar untuk bergabung dengan mahasiswa-mahasiwa dari luar kampus, senang sekali rasanya, itulah awal bangkitnya ikatan batin antara mahasiswa.

Massa Gunadarmapun tidak terbendung, Jalan aksess UI di tutup karna bentangan mahasiswa itu berjejal jejal dari Kampus E hingga Kampus G, terharu sekali rasanya, saya pun mencari cari informasi akan dibawa kemana masa sebanyak ini, Oleh gabungan elemen mahasiswa, ternyata massa akan digerakkan menuju kampus JAYABAYA.

Melihat jaket kuning dengan Yel yel nya, kami pun semakin larut dalam semangat perjuangan, “hidup gundar..hidup gundar..”, pekik mahasiswa-mahasiswa gunadarma.

Di depan gerbang kampus G, usaha mahasiswa untuk bergerak maju terhenti oleh hadangan pasukan Brimob kelapa dua, beberapa mahasiswapun berorasi dan menggelar mimbar bebas di gerbang kampus G, keadaan kian memanas, nyali mahasiswa tidak ciut, mahasiswa terus maju merangsak untuk menembus barikade aparat, karna situasi yang tidak terkendali aparat menembakkan senjatanya, sebagian mahasiswa tetap bertahan sebagian lagi lari masuk ke kampus G, aparat kian membabi buta, mahasiswa yang masih bertahan di depan kampus di pukul mundur, serangan gas air mata muncul dari berbagai arah, mahasiswapun tercerai berai, ada yang mundur ke kampus E adapula yang mencoba masuk ke kampus G loncat melalui pagar karena gerbang kampus telah di tutup, usaha aparat untuk membuat chaos gerakan mahasiwa tidak berhenti sampai di situ, aparat melempar gas air mata ke dalam kampus G, mahasiswa yang bertahan di halaman kampus masuk ke gedung satu, tapi karna pekatnya gas airmata gedung 1 dan halaman sekitar tertutup akan asap beracun banyak peralatan kampus yang rusak terinjak injak, sungguh saat itu benar-benar mencekam.

12 MEI:
Di Hari Yang Sama, Jalan Margonda Raya di tutup, Situasi benar benar lumpuh, angkutan tidak ada, telepon terputus, dengan peralatan seadanya mahasiswa pun membuat dapur umum, kampus pun menyediakan media TV untuk bisa di tonton beramai ramai bagaimana kacau nya situasi hari itu.

Terjadi pembakaran dan kerusuhan dimana mana, entah profokosi siapa, Saksi mata mengatakan: Di Jakarta timur, Plasa Yogya Klender, ada sekelompok orang yang tidak di kenal datang, mereka memprovokasi massa untuk berbuat anarkis, dalam hitungan menit Plaza pun terbakar, orang-orang yang di dalam plaza berhamburan keluar, sementara itu massa yang beringas di luar melempari kaca-kaca, mengambil benda yang bukan hak nya. Kerusuhan seperti itu tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi berlaku sama pada daerah-daerah di Indonesia. Data menyebutkan korban yang meninggal pada waktu itu kurang lebih 700 orang, yang menjadi pertanyaan pada saat itu adalah aparat tidak bergerak dan terjadi pembiaran.

Rumor atau isu yang berkembang pada saat itu, ada skenario-skenario yang dapat di kaji, skenario itu antara lain:

· Terjadi akumuluasi ketidakpercayaan terhadap pemerintahan yang ada, masyarakat tidak dapat di kendalikan, kondisi politik panas, ketimpangan perekonomian, kekecewaan dan pelampiasan massa di alihkan pada perusakan asset-aset pemerintah dan asset-aset non-pribumi.

· Ada provokasi untuk mengobarkan kebencian terhadap kaum non-pribumi, yang akhirnya kebencian menyulut menjadi amarah, gedung-gedung BCA di bakar, terjadi ras di mana mana.

· Skenario semua diatas di buat untuk mencemarkan gerakan mahasiswa.

Trisakti Berdarah, Di saat Jakarta di landa huru hara, terjadi penembakan hebat di Universitas Trisakti, aparat sudah kalap, sudah tidak memperhatikan tata acara atau prosedur dalam mengatasi demontrasi, 4 mahasiswa Trisakti meninggal pada hari itu, pergerakan reformasi besarpun di mulai, inilah awal titik bersatunya mahasiswa Indonesia.

14 MEI:
Universitas Gunadarma mulai keluar dari sarang, Seluruh Badan Fakultas rapat untuk mengadakan aksi turun ke jalan, Seluruh elemen mahasiswa Gunadarma yang tergabung di FORKOT dan elemen-elemen lain di tarik kedalam kampus, untuk bergabung dengan BEM Gunadarma, Hidup Gunadarma! Hidup Gunadarma! Akhirnya hari itu juga mereka mulai menyusun strategi bagaimana langkah dan upaya untuk bisa menembus barikade aparat menuju gedung DPR/MPR, “Rapat di adakan di Kampus E, Gedung 3 lt. 1”.

18 MEI:
Masa gunadarma mulai turun kejalan, ribuan mahasiwa di kerahkan menuju gedung DPR/MPR, Arak-arakan bis yang mengangkut mahasiswa penuh sesak, bendara gunadarma berkibar, ada kebanggaan tersendiri pada waktu itu.

Di setiap jalanan di sambut masyarakat, Hidup mahasiswa! Hidup mahasiswa! Kebebasan yang dulu di belenggu berangsur-angsur pudar, masyarakat mulai berani berbicara dan mendukung gerakan-gerakan mahasiwa.

19 MEi:
Massa dari berbagai elemen, berbagai gerakan mahasiswa: FORKOT, FAMRED, FORBES, FRONJA, berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus mengalir ke gedung DPR/MPR, begitupun dengan mahasiswa gunadarma, bisa dibuktikan pada saat itu mahasiswa gunadarma yang terbanyak, di setiap lorong, di kubah, di halaman gedung bertebaran mahasiswa gunadarma.

Gedung DPR/MPR menjadi lumpuh, kawasan DPR/MPR menjadi lautan manusia, saat itu masing-masing ruangan Fraksi telah di kuasai mahasiswa. Tidak ketinggalan beberapa tokoh yang popular pada masa itu berorasi: Amien Rais, Megawati, dan beberapa tokoh lain. Masing-masing perwakilan dari perguruan tinggi mendirikan camp camp di area gedung, sambil ber yel yel dengan ciri khas masing-masing.

Lagu yang paling di gemari oleh mahasiswa pada saat itu adalah ORDE LOYO, lagu aslinya adalah lagu “TANJUNG PERAK’ , maap sekedar untuk mengenang beginilah syairnya:

Orde baru… Orde Loyo

DPR nya Bego bego..

Ga berani buka mulut, Bisanya hanya kentut..

Dasar Badut…

Gendut gendut..

20 MEI:
Apa yang diharapkan seluruh mahasiswa tercapai, Soeharto lengser. Sorak sorai dan rasa haru tidak bisa di tahan, kebahagiaan yang tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata. Sebagian mahasiswa Gunadarma bertahan dan sebagian mahasiswa Gunadarma pulang dengan kemenangan, di elu elukan, di sambut gegap gempita oleh masyarakat, sungguh perjuangan yang tak sia-sia.

Sumber : http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/sugenk/2010/02/12/gerakan-mahasiswa-gunadarma-1997/


November 02, 2010

PENDIDIKAN NASIONAL, TONG SAMPAH PERUBAHAN

Posted by nc blogs 03.16, under , | No comments


Dalam usia yang kian bertambah, ternyata kedewasaan tidak kunjung mengikuti. Menjelang 10 tahun reformasi dan 100 tahun kebangkitan nasional, kondisi bangsa tercinta ini masih mengalami stagnasi dari beberapa sektor pembangunan, baik pertumbuhan ekonomi makro dan mikro, rekontruksi moral bangsa semenjak gelombang krisis moral era reformasi dan nasib nasionalisme yang kian memudar serta buruknya dunia pendidikan.

Atas himpitan dan keterpurukan kondisi tersebut tentunya, dan akan selalu, yang menjadi korban atas semuanaya adalah rakyat. Terutama mereka yang tertempatkan di posisi ekonomi menengah ke bawah. Ketidakberdayaan atas gilasan dari kekangan dan arogansi pemilik modal di sektor ekonomi membuat mereka semakin termarginalkan dan semakin jauh dari kesejahteraan.

Perubahan nasib, akan selalu mereka dengungkan oleh mereka yang selama ini berada dalam keterbatasan dan kemiskinan. Mereka berusahan mencari harapan baru untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Karena amanah ini adalah hak rakyat yang termaktub dalam konstitusi dasar UUD 1945. Dan menjadi hak dasar yang harus terpenuhi untuk setiap individu.
Salah satu pintu perbaikan nasib dan pengharapan mereka adalah dengan pendidikan. Agar mereka mendaptkan penghidupan yang layak bagi kesejahteraan. Tetapi lagi-lagi, rakyat harus menelan pil pahit dan memendam harapan itu dalam-dalam. Karena pendidikan hanya bisa diakses oleh mereka yang bermodal. Dan bagi masyarakat miskin hanya bisa gigit jari. Kalaupun bisa mengakses hanya untuk kalangan terbatas (dari masyarakat menengah ke bawah) dan dengan kualitas yang jauh dari memdai. Inilah yang menyebabkan mereka termarjinalkan dan secara sengaja menciptakan kemiskinan secara struktural.
Sistem pendidikan yang sekarang gencar digalakkan oleh pemerintah pun tidak berpihak pada rakyat, mulai dari BHMN, BHP dan BLU hanya kedok dan metamorfosis dari komersialisasi dunia pendidikan. Penguasaan dari hegemoni barat (Amerika) yang semakin menggurita di dunia atas negara ketiga dan mengakar kuat di Indonesia.

Bank Dunia beserta antek-anteknya (pemodal asing) melalui investasi (penguasaan) di dunia pendidikan telah nyata keberadaan mereka di dunia pendidikan Indonesia, yang menyebabkan pembiayaan pendidikan semakin melangit.
Mahalnya pendidikan membuat rakyat miskin tercekik erat. Jangankan pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan, untuk mencukupi kehidupan pokoknya saja mereka harus berjuang mati-matian. Apalagi dengan harga-harga kebutuhan pokok yang balakangan ini bergejolak mulai merangkak naik.
Keterpurukan ini semakin berlarut-larut karena pemerintah mundur secara teratur untuk berlepas diri dari tanggung jawab atas kewajiban pendidikan yang layak bagi semua rakyat. Alih-alih keterbatasan anggaran dan kebutuhan lain yang lebih mendesak, kewajiban anggaran pendidikan secra optimal tidak pernah terpenuhi. Sehingga semakin jauh harapan untuk bisa dengan mudah mengakses pendidikan dan pendapat pendidikan murah.
Kita sepakat bawasanya, segala pangkal permasalahan yang tengah menjerat bangsa ini adalah bermula dari pendidikan. Karena pendidikan buruklah masyarakat terbodohkan, karena pendidikan buruklah masyarakat termarjinalkan dan atas pendidikan yang buruklah rakyat menjadi mainan. Jawaban atas solusi dari semua permasalahan adalah dengan pendidikan. Dan dengan momentum hari pendidikan nasional, kita menuntut kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan dunia pendidikan dari segala sisi agar lebih berpihak kepada rakyat karena pendidikan memang untuk rakyat. Sehingga tercipta keadilan atas akses, dengan kualitas pendidikan yang terbaik. Untuk mewujudkan perbaikan, demi kebangkitan bangsa dan negara Indonesia.
http://smixmalang.blogspot.com/

Rendahnya minat Mahasiswa dalam berorganisasi

Posted by nc blogs 03.12, under , | 1 comment


Mahasiswa tidak dapat dipungkiri merupakan garda terdepan bangsa dalam kemajuan bangsa. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa sejarah bangsa-bangsa di dunia juga tidak pernah menisbikan peran para mahasiswa. Namun pada dewasa ini seringkali terjadi bentuk persepsi yang salah pada masyarakat awam ketika melihat bentuk-bentuk perjuangan yang dilakukan oleh mahasiswa, inipun terjadi seringkali karena kurang imbangnya pemberitaan yang dilakukan oleh media massa. Hal ini kemudian memberikan pandangan negatif terhadap orang tua yang memiliki anak yang akan masuk kuliah atau yang sedang kuliah. Seringkali mereka mewanti-wanti agar anaknya tidak ikut-ikutan organisasi di kampus yang nanti malah mengganggu kegiatan kuliahnya. Cerita-cerita seperti ini sering saya dengar dari pengakuan teman-teman yang dilarang oleh orang tuanya agar tidak ikut organisasi di kampus. Bahkan ada juga yang diancam orang tuanya tidak boleh mengikuti organisasi di kampus jika nilai akademis sang anak menurun. Pola pikir yang dimiliki orang tua tersebut memang sangat beralasan.
Sebab mereka ingin melihat anaknya dapat lulus dengan nilai yang memuaskan selain itu, juga karena biaya pendidikan yang ada sekarang juga semakin mahal ditambah biaya hidup bagi mahasiswa yang indekos, sangat membebani bagi keluarga yang pendapatannya pas-pasan. Oleh karena itu dapat dimaklumi jika keinginan orang tua melarang anaknya untuk berorganisasi di kampus, supaya anaknya dapat segera lulus kuliah dan memperoleh masa depan yang lebih baik.
Namun cerita seperti di atas terjadi tidak kepada semua mahasiswa. Rendahnya minat mahasiswa berorganisasi juga disebabkan karena memang masih ‘enggannya’ diri mahasiswa sendiri untuk berorganisasi di kampus. Banyak alasan yang seringkali mengemuka atas ke-engganan mahasiswa berorganisasi di kampus, diantaranya ialah karena tugas kuliah sehari-hari yang sudah banyak, kegiatan organisasi yang kurang begitu menarik bagi mereka, atau karena tidak mau terbebani dengan kegiatan organisasi kampus. Dari sekian banyak alasan yang dikemukakan di atas ada faktor lain juga yang sebenarnya dapat mempengaruhi minat seorang mahasiswa untuk berorganisasi di kampus. Faktor itu adalah semakin banyak dan beranekaragam berbagai bisnis hiburan baru yang mucul di kota-kota sentra pendidikan tinggi. Mulai dari yang berharga murah hingga yang berharga mahal akan mudah kita temui di kota-kota pendidikan tinggi seperti Yogyakarta dan Malang. Sehingga sebagian besar minat para mahasiswa seringkali teralihkan kepada hal-hal yang berbau hiburan semata.
Telah banyak kita ketahui bahwa berorganisasi memberikan nilai positif yang akan membuat mahasiswa mendapatkan pengalaman baru yang tidak akan mungkin di dapat dari ruang kuliah saja. Berorganisasi akan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk dapat berkreasi dan beraktivitas secara lebih luas. Mahasiswa akan banyak berinteraksi dengan orang lain yang berlatar belakang berbeda-beda. Disinilah kemampuan komunikasi dan emosi (emotional quotient) mahasiswa akan terlatih dalam menghadapi berbagai persoalan dan konflik yang terjadi. Kedewasaan berpikir mahasiswa akan semakin tumbuh seiring aktifnya berorganisasi di kampus. Bahkan seringkali pengalaman berorganisasi di kampus akan sedikit banyak membantu kawan-kawan dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti.
Sebenarnya berorganisasi di kampus jika dilakukan dengan benar juga tidak sepenuhnya akan mengganggu kegiatan kuliah yang ada. Ada banyak teman-teman yang pernah saya temui dapat menjalankan kegiatan organisasi tanpa mengganggu kegiatan kuliahnya bahkan, prestasinya juga tidak kalah menggembirakan. Pola pikir sebagian aktivis mahasiswa yang seringkali salah kaprah, karena terlalu sibuk dengan organisasinya dan melupakan kuliahnya sudah selayaknya harus segera dihapus. Jangan jadikan berorganisasi membuat kawan-kawan melupakan kuliah tetapi, jadikan berorganisasi sebagai penyokong dan penyemangat bagi kegiatan kuliah kawan-kawan. Sudah selayaknya bagi orang tua dan mahasiswa sendiri menyadari bahwa berorganisasi itu akan memberikan pengaruh positif jika dilakukan dengan cara yang benar. Memang tidak secara pasti bahwa setiap mahasiswa yang aktif berorganisasi akan memiliki prestasi yang baik atau akan memperoleh masa depan yang cemerlang. Berorganisasi hanyalah sebuah jalan, seberapa jauh yang dicapai semua tergantung dari seberapa keras usaha yang dilakukan masing-masing orang.
Upaya menumbuhkan minat mahasiswa untuk berorganisasi harus menjadi perhatian (concern) baik itu orang tua, mahasiswa, serta otoritas kampus. Upaya membangun komunikasi untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya berorganisasi baik bagi orang tua dan mahasiswa perlu dilakukan. Serta tidak kalah pentingnya adalah, dukungan dari kebijakan otoritas kampus yang mampu membuat minat mahasiswa untuk berorganisasi bertambah juga harus dilakukan. Contoh saja seperti kebijakan yang diambil UB yang mensyaratkan mahasiswanya untuk memperoleh sertifikat aktif dalam kegiatan kampus untuk dapat di wisuda serta, memprioritaskan mahasiswa yang aktif berorganisasi untuk mendapatkan beasiswa. Upaya yang dilakukan seperti ini akan sedikit banyak mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi di kampus. Tanpa adanya keaktifan mahasiswa berorganisasi di kampus maka, secara tidak langsung akan membuat eksistensi kampus juga akan dipertanyakan keberadaannya.
Ada banyak pilihan organisasi yang dapat diikuti mahasiswa baik itu minat olahraga, kesenian, penalaran, maupun yang lain serta, baik itu organisasi yang ada di dalam kampus maupun yang ada di luar kampus. Kesempatan saat masih menjadi mahasiswa selayaknya dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk mengasah dan mengeksplor potensi diri seoptimal mungkin. Jangan jadikan kehidupan sebagai mahasiswa hanya kuliah, pulang, dan tidur. Ada banyak kesempatan dan hal lainnya yang mungkin dapat diperoleh kawan-kawan dengan aktif berorganisasi. Selamat berorganisasi.
Sumber : http://cahyanuaink.blogspot.com/

Manfaat Berorganisasi??

Posted by nc blogs 03.09, under , | 1 comment


Benarkah berorganisasi di sekolah identik dengan penurunan prestasi dan konsentrasi belajar? Memang berorganisasi dapat bersifat adiktif. Namun, jika tidak pandai mengatur waktu, tugas-tugas lain bisa terbengkalai. Inilah salah satu sisi "negatif"-nya.

Melihat sisi "negatif" berorganisasi di sekolah, kita juga harus melihat sisi positifnya. Di luar semua itu berorganisasi di sekolah ternyata memiliki banyak nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam pengembangan pribadi.


Menambah pengalaman

Dengan menjadi anggota panitia suatu kegiatan, kita mendapat pengalaman berorganisasi. Bagaimana bekerja dalam komunitas yang terdiri dari individu-individu majemuk, beraneka ragam latar belakang dan pola pikir. Ada yang berpikir cepat dan nyambung dengan pikiran kita, namun ada juga yang lemot dan enggak nyambung-nyambung.

Dengan kesibukan tambahan ini, mau tidak mau kita harus belajar strategi menyatukan visi, membagi kerja, dan menjalankan tugas. Istilah kerennya, job description masing-masing tugas harus jelas. Berbagai benturan yang mungkin terjadi saat menyatukan visi, tentu akan menjadi tambahan pengalaman tersendiri. Begitu pula saat pembagian kerja, kita menjadi terbiasa untuk bekerja secara team work, saling membahu, mendukung satu dengan lainnya.

Selain memperoleh pengalaman berorganisasi, kita juga mendapatkan pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang yang kita kerjakan. Misalnya, bila bertugas sebagai seksi publikasi, kita akan mendapat pengalaman bagaimana berhubungan dengan orang lain di luar kelompok sendiri, bagaimana mempromosikan kegiatan yang kita buat dan media yang akan digunakan.

Bergabung dengan kepanitiaan suatu kegiatan tentu membuat kita harus berinteraksi dengan banyak orang. Proses interaksi ini membuat kita menjadi kenal dan dikenal banyak orang. Dengan kata lain, melalui pergaulan yang luas, kita akan memiliki banyak teman.

Sikap mental

Kegiatan di luar sekolah juga membentuk sikap mental positif, misalnya kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan percaya diri. Setiap kerja pasti ada target waktu (deadline) yang harus dicapai. Dengan adanya job description kita harus bisa memimpin diri sendiri, menentukan skala prioritas dan disiplin dalam menjalankan rencana kerja agar selesai sebelum target waktu (deadline) yang ditentukan.

Selain kedisiplinan, ketekunan kita juga terasah. Tidak semua tugas yang menjadi tanggung jawab, mudah dilaksanakan. Kadangkala ada tugas yang membutuhkan ketekunan, seperti mewawancarai orang penting yang sulit ditemui. Bila tidak tekun tugas kita tidak terselesaikan.

Jabatan yang kita emban berhubungan dengan kepercayaan. Dalam melaksanakan tugas, kita diberi kepercayaan, bisa berupa wewenang atau materi. Kita dituntut bersikap jujur, tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Hal ini membutuhkan keberanian untuk melawan keinginan negatif dan melatih kejujuran kita.

Dengan pengalaman yang kita dapatkan saat berorganisasi, secara sadar maupun tidak, tingkat kepercayaan diri kita juga meningkat. Kepercayaan diri yang tinggi ini amat berguna saat kita harus melangkah dan menentukan sesuatu. Bila kita percaya diri, maka kita akan lebih berani dalam menghadapi segala situasi.

Keuntungan tambahan

Di luar semua itu, ternyata masih ada keuntungan tambahan yang bisa kita dapatkan dari kegiatan berorganisasi di sekolah. Keuntungan tambahan itu adalah suvenir-suvenir yang dapat kita koleksi untuk dikenang di masa depan. Suvenir-suvenir itu dapat berupa kaus, kartu kepanitian, bandana, topi dan lain-lain. Benda - benda yang sekilas tidak berharga itu mungkin bisa menjadi berharga karena menyimpan kenangan yang tidak tergantikan.

Namun, pada akhirnya betapa pun positifnya berorganisasi di sekolah, kewajiban utama kita sebagai pelajar adalah belajar. Kemampuan berorganisasi hendaknya disertai dengan kemampuan mengatur waktu dengan baik, agar kita dapat mendapatkan semua manfaat berorganisasi tanpa mengorbankan prestasi.

(Nurcahyadin,2KA26 Universitas Gunadarma)

sumber: http://www.kompas.com/

Karena Organisasi itu penting

Posted by nc blogs 03.05, under , | No comments


Pada dasarnya Manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Dia harus berinteraksi dengan orang lain. Mengapa demikian? Karena manusia itu makhluk sosial. Dia secara individual merupakan bagian dari orang lain. Maka, mau tidak mau kita sebagai manusia harus selalu bersama dengan orang lain.

Salah satu cara berhubungan dengan orang lain adalah melalui Organisasi. Melalui organisasi, kita mampu mengolah diri dengan benar, baik secara naluriah maupun fitrah.

Bukti telah banyak di depan mata. Orang-orang yang sukses sebagai pemimpin, pengusaha, atau status sosial yang mapan lainnya, pasti dulunya mereka pernah mengenyam pahit manisnya berorganisasi. Mereka banyak makan asam garam dalam organisasi itu. Sebut saja Gus Dur salah satunya.


Mengapa organisasi demikian penting bagi kita, terutama di zaman yang mendunia (global) saat ini? Itu tidak lain karena dalam berorganisasi kita akan terasah dan terlatih untuk hidup berjamaah dengan orang lain, baik suka maupun duka. Di suatu organisasi itulah tercampur secara alamiah berbagai perilaku dan sifat masing-masing anggota. Ada yang egois, namun ada pula yang sosial. Ada yang pendiam, tapi ada pula yang cerewetnya minta ampun.

Nah, dalam kebersamaan di organisasi itulah, akan terbentuk secara alami manusia yang sempurna dalam arti psikologis. Yakni, manusia yang mampu kapan saatnya menempatkan posisi dirinya sebagai individu dan kapan pula dia harus lebih mementingkan kepentingan organisasi demi kepentingan bersama pula.

Untuk mencapai nikmatnya manfaat berorganisasi itu memang butuh proses yang panjang dan lama. Tidak bisa kita hanya berorganisasi dalam beberapa bulan lalu menuntut kematangan pribadi seperti yang diuraikan tersebut.

Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Berikut beberapa cirinya. Pertama, organisasi harus memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya. Untuk saat ini, setiap organisasi yang modern pasti menuntut para anggotanya memiliki KTA (kartu tanda anggota). Maka, tidak dibenarkan istilah ”Romli” atau “rombongan liar” yang merupakan kumpulan dari ”Talap” alias “anggota gelap” dari sebuah ”OTB” singkatan dari “organisasi tanpa bentuk”.

Kedua, organisasi harus memiliki pula identitas yang jelas tentang keberadaannya dalam masyarakat. Artinya, jelas di mana alamat kantornya. Tampak pula aktivitas sehari-hari kantor tersebut dalam menjalankan roda organisasi. Ada pula nama, lambang, dan tujuan organisasi yang termuat dalam AD (anggaran dasar) dan ART (anggaran rumah tangga).

Demikian pula struktur organisasinya. Masih banyak lagi yang bisa membuktikan keberadaan organisasi itu di mata masyarakat. Jika identitas tak jelas, maka jangan salahkan masyarakat bila menaruh curiga terhadap organisasi itu.

Ketiga, organisasi harus memiliki pemimpin serta susunan manajemen yang juga jelas pembagian tugasnya. Masing-masing bagian, divisi, maupun seksi juga aktif memainkan perannya. Jadi, sangat ganjil dan dipastikan ”sakit parah” jika organisasi itu yang tampak paling aktif adalah ketuanya sehingga tampak seperti pertunjukan sirkus one man show dalam manajemen organisasi itu.

Keempat, dalam setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat. Misalnya, ada tiga tahapan dalam menjalankan roda organisasi, yaitu planning (peren-canaan), action (pelaksanaan), dan evaluation (penilaian). Ketiga tahapan itu selalu dimusyawarahkan dan melibatkan sebanyak mungkin anggotanya, terutama saat melewati tahap action.

Dalam manajemen itu, yang juga harus mendapat perhatian serius adalah administrasi. Surat bernomor, kop surat, dan ciri-ciri administrasi lainnya yang lazim ada di sebuah organisasi.

Kelima, organisasi harus mendapat tempat di hati masyarakat sekitarnya. Artinya, organisasi itu dirasakan benar manfaatnya bagi masyarakat. Maka, kegiatan organisasi dituntut untuk mengakar kepada kebutuhan anggota khususnya, bahkan untuk masyarakat di sekelilingnya.

Jika kelima syarat organisasi sehat itu sudah ada, maka janganlah ragu untuk berkiprah di organisasi itu. Ikutlah secara aktif di dalam organisasi itu apa pun peran atau tugas yang diberikan ketua atau atasan langsung Anda. Ingatlah, sekecil apa pun peranan Anda di suatu organisasi dan Anda berhasil menjalankan amanat itu, berarti Anda memiliki andil dalam menghidupkan organisasi tersebut. Anda harus bangga bahwa ternyata Anda masih bermanfaat bagi organisasi. Itu juga berarti Anda bermanfaat bagi orang lain yang ada di organisasi. Kalau Anda sukses menjalankan tugas yang kecil tadi, pasti pemimpin Anda akan memberikan amanat yang makin besar dari waktu ke waktu. Bahkan, bukan suatu hal yang mustahil jika nanti Anda sendirilah yang memimpin organisasi itu. Modal pengalaman memimpin organisasi tadi pasti akan bermanfaat bagi Anda dalam terjun di organisasi kemasyarakatan yang lebih besar. Percayalah!

Akhirnya, selamat berhikmat dalam organisasi. Semoga Anda menuai manfaat dari hikmat berorganisasi itu kelak bila hidup di tengah-tengah masyarakat, baik lingkup desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, negara, bahkan tingkat dunia. Amin.

Lampaui Target, PMI Jangkau 20 Dusun di Pesisir Selatan Mentawai

Posted by nc blogs 02.59, under , | No comments


PMI : Kondisi Mentawai masih minim akses sinyal telepon seluler dan belum stabil seperti sedia kala. PMI menggunakan sarana radio komunikasi untuk melaporkan kondisi terkini dan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di Mentawai. Melalui radio komunikasi dilaporkan, PMI telah melampaui target operasinya dengan menjangkau 20 dusun terpencil di pesisir selatan Kepulauan Mentawai, Senin (1/11).


”Empat unit helikopter PMI masing-masing menuju 5 dusun terpencil dan mendistribusikan bantuan obat-obatan untuk para korban tsunami Mentawai. Kegiatan sudah dimulai sejak pagi tadi. PMI sudah melampaui target yang direncanakan, sebelumnya hanya 16 dusun. Hari ini, ada 20 dusun di area pesisir selatan Kepulauan Mentawai yang dijangkau PMI,” ujar tim operator radio komunikasi PMI Pusat, Parmin, dari frekuensi radio Posko PMI Muko Muko, Bengkulu, Senin siang (1/11).

Lebih rinci, beberapa dusun yang telah dijangkau PMI adalah Dusun Silabu, Baleraksok, Sabiret, Muntei/Sigoiso, Batu Monga, Sabeugunggung, Dusun Baru-baru, Bake, Asahan, Pasapuat, Kinumbuk, Mapinang, Dusun Mainan dan Dusun Lakkau.

Dikabarkan pula, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melakukan koordinasi intensif dengan para relawan di Posko Utama PMI, Sikakap, Mentawai agar penanganan korban tsunami Mentawai dapat terlaksana lancar, kendati cuaca di sana kerap menjadi hambatan. Saat berita ini diturunkan, Jusuf Kalla sudah berada di Padang dan dijadwalkan akan kembali ke Jakarta, Senin sore ini (1/11).

Sementara itu, Medical Action Team (MAT) dari RS PMI Bogor juga telah tiba di Muko Muko, Bengkulu untuk terlibat dalam operasi tanggap darurat bencana tsunami di Mentawai. Tiga orang relawan dokter dari RS PMI Bogor kini tengah menunggu jadwal pemberangkatan helikopter PMI berikutnya dari Muko Muko menuju Sikakap, Mentawai.*
Sumber : http://www.pmi.or.id

Ternyata bukan hanya Gunung Merapi

Posted by nc blogs 02.50, under | No comments


Kompas.com : Belum selesai Gunung Merapi menumpahkan magmanya, Krakatau sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas. Satu gunung dengan gunung yang lain seakan susul-menyusul dan tak mau kalah aktif.

Namun, tahukah Anda bahwa beberapa gunung di luar negeri juga menunjukkan hal serupa? Berikut ini laporan mengenai gunung-gunung di dunia yang kini sedang mengalami peningkatan aktivitas. Laporan bersumber dari situs milik John Seach (http://www.volcanolive.com), seorang anggota International Association of Vulcanology and Chemistry of the Earth's Interior (IAVCEI) yang telah berkelana ke 180 gunung selama 22 tahun hidupnya.

1. Klyuchevskoy Volcano, Kamchatka, Rusia

Gunung ini mengalami erupsi eksplosif dan efusif sepanjang minggu lalu, terutama pada tanggal 22-25 Oktober dan 27 Oktober 2010. Selain itu, gunung ini juga mengeluarkan abu vulkanik yang mencapai tinggi 26.200 hingga 29.500 kaki. Abu vulkanik juga tersebar hingga radius 2.300 km di timur gunung.

2. Sheveluch Volcano, Kamchatka, Rusia

Gunung ini juga mengalami erupsi eksplosif dan efusif sepanjang minggu lalu. Pada tanggal 28 Oktober 2010, gunung ini mengeluarkan abu vulkanik yang mencapai tinggi 23.000 kaki. Pencitraan dengan satelit memperlihatkan bahwa abu vulkanik tersebar hingga radius 2.500 km di sebelah timur gunung. Hujan abu terjadi di Ust-Kamchatsk sehingga bandara setempat harus ditutup.

3. Piton de la Fournaise Volcano, Perancis

Peningkatan aktivitas gunung berapi ini terjadi pada tanggal 27 Oktober 2010. Aktivitas seismik meningkat dan gempa tektonik beberapa kali terjadi. Erupsi juga terjadi pada hari tersebut di sisi gunung bagian tenggara.

4. Grimsvotn Volcano, Islandia

Beberapa gempa vulkanik telah terjadi sejak tanggal 31 Oktober 2010. Banjir yang terjadi akibat es yang menutup gunung juga meningkat. Sekitar 130 meter kubik air mengalir setiap detiknya membanjiri wilayah sekitar gunung.

5. Gunung Anak Krakatau, Indonesia

Aktivitas gempa vulkanik meningkat dari 20 kali per hari menjadi 35 kali per hari pada hari Jumat, 29 Oktober 2010. Abu vulkanik juga terlihat lebih tinggi, hingga 1 kilometer.